The Pentraxin 3 Level Profile of Ovarian Follicle Fluid in Infertile Patients with Endometriosis
D P Wisnumurti, Relly Yanuari Primariawan, D Hendy Hendarto
Abstract
D P Wisnumurti, Relly Yanuari Primariawan, D Hendy Hendarto
Abstract
Endometriosis menempati proporsi tertinggi penyebab infertilitas. Salah satu faktor dalam endometriosis yang diduga menjadi penyebab infertilitas adalah penurunan kualitas oosit, yang ditentukan oleh ekspansi kumulus. Ekspansi sel kumulus secara tidak langsung menyebabkan produksi hyaluronic acid (HA), prostaglandin E2 (PGE2), Pentraxin (PTX3), dan tumor necrosis factor alpha-induced protein 6 (TNF-aIP6). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan perbedaan Pentraxin3 cairan folikel ovarium pada pasien infertil dengan endometriosis stadium berat, endometriosis tahap ringan dan tanpa endometriosis. Penelitian ini dilakukan di Klinik Fertilitas Graha Amerta RSUD dr. Soetomo, Surabaya, dan Laboratorium Biokimia Fakultas Ilmu Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancang cross-sectional pada sampel cairan folikel dengan mengamati dan mengukur variabel dari cairan folikel studi subjek wanita infertil yang didiagnosis dengan menggunakan laparoskopi. Pengukuran Pentraxin-3 level pada cairan folikel ovarium menggunakan ELISA. Didapatkan 300 sampel berdasarkan temuan laparoskopi, sampel dikategorikan menjadi tiga kelompok: Non-endometriosis subur/kontrol, endometriosis ringan subur dan endometriosis berat subur. Rerata Tingkat PTX total -3 3,96 ± 2,71 ng/ml. Dengan tingkat PTX-3 pada kelompok kontrol 1,21 + 0,23 ng/ml, endometriosis ringan 3,47 + 0,38 ng/ml, dan endometriosis berat 7,21 + 1,73 ng/ml. Analisis korelasi antara Pentraxin-3 tingkat dengan berat endometriosis rs = 0.943 dan p = 0,001, menunjukkan korelasi yang tinggi. Sebagai kesimpulan, makin berat endometriosis,makin tinggi kadar Pentraxin-3 (MOG 2012;20:8-13)
A significance statement is not available in the OpenAlex record.
A contribution statement is not available in the OpenAlex record.
Method details are not available in the OpenAlex metadata.
Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.
Limitations are not available in the OpenAlex metadata.
Application details are not available in the OpenAlex metadata.
Endometriosis menempati proporsi tertinggi penyebab infertilitas. Salah satu faktor dalam endometriosis yang diduga menjadi penyebab infertilitas adalah penurunan kualitas oosit, yang ditentukan oleh ekspansi kumulus. Ekspansi sel kumulus secara tidak langsung menyebabkan produksi hyaluronic acid (HA), prostaglandin E2 (PGE2), Pentraxin (PTX3), dan tumor necrosis factor alpha-induced protein 6 (TNF-aIP6). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan perbedaan Pentraxin3 cairan folikel ovarium pada pasien infertil dengan endometriosis stadium berat, endometriosis tahap ringan dan tanpa endometriosis. Penelitian ini dilakukan di Klinik Fertilitas Graha Amerta RSUD dr. Soetomo, Surabaya, dan Laboratorium Biokimia Fakultas Ilmu Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancang cross-sectional pada sampel cairan folikel dengan mengamati dan mengukur variabel dari cairan folikel studi subjek wanita infertil yang didiagnosis dengan menggunakan laparoskopi. Pengukuran Pentraxin-3 level pada cairan folikel ovarium menggunakan ELISA. Didapatkan 300 sampel berdasarkan temuan laparoskopi, sampel dikategorikan menjadi tiga kelompok: Non-endometriosis subur/kontrol, endometriosis ringan subur dan endometriosis berat subur. Rerata Tingkat PTX total -3 3,96 ± 2,71 ng/ml. Dengan tingkat PTX-3 pada kelompok kontrol 1,21 + 0,23 ng/ml, endometriosis ringan 3,47 + 0,38 ng/ml, dan endometriosis berat 7,21 + 1,73 ng/ml. Analisis korelasi antara Pentraxin-3 tingkat dengan berat endometriosis rs = 0.943 dan p = 0,001, menunjukkan korelasi yang tinggi. Sebagai kesimpulan, makin berat endometriosis,makin tinggi kadar Pentraxin-3 (MOG 2012;20:8-13)
Key concepts: Endometriosis, Infertility, Medicine, Follicle, Gynecology, Peritoneal fluid, Fertility, Andrology