2011•INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan ArsitekturOpen access

EULER BUCKLING FAILURE MODEL AT GALVANIZED PIPE INFLUENCED BY HOLE DETERIORATION AS PITTING CORROSION MODELLED EXPERIMENTAL APPROACHMENT

Miftahul Iman

Open full text 0 citations

Abstract

Korosi adalah fenomena alam yang tidak dapat dihindari. Hampir seluruh logam yang mengandung unsur paduan Ferrit akan mengalami peristiwa oksidasi sebagai penyebab korosi. Banyak konstruksi sipil yang berada di lingkungan agresif dan merupakan konstruksi-konstruksi vital yang melayani kebutuhan masyarakat banyak, semisal pelabuhan, off shore structure, crane dan lain sebagainya kurang memperhatikan dampak korosi yang terjadi pada konstruksi tersebut. Hal ini disebabkan salah satunya oleh formulasi analitik satu dimensi untuk menentukan beban kritis (Pcr) tidak dapat memberikan model yang optimal terhadap batang aksial tekan dengan penampang yang tidak solid ( hollow section ) seperti halnya dengan tube atau pipe dari sebuah struktur aksial tekan dengan adanya pengaruh cacat berupa lubang yang dimungkinkan akibat reaksi korosi dalam bentuk pitting . Penelitian ini mengembangkan model laboratorium yang mengunakan prototype pipa galvanis sebanyak 16 sampel yang terdiri dari 3 sampel untuk uji pendahuluan dan sampel lainnya dengan lubang pada tengah tinggi kolom dengan rincian 3 sampel untuk lubang tunggal, selanjutnya disebut sebagai Single Hole Pitting (SHP) dan lainnya untuk sampel dengan jumlah lubang lebih dari satu yang terdiri dari sembilan sampel, selanjutnya disebut sebagai Multi Hole Pitting (MHP). Sampel MHP dan SHP memiliki korelasi sedemikian rupa terhadap parameter geometrik yang telah ditentukan sebelumnya. Model eksperimen dalam penelitian ini memberikan nilai cukup baik dan lebih mendekati nilai beban kritis berdasarkan hasil analitik metode Euler. Meskipun demikian nilai tersebut sangat tergantung pada besaran nilai modulus elastisitas (E) yang berikan pada formulasi Euler tersebut. Hasil penelitian menunjukkan Pcr benda uji SHP lebih rendah daripada benda uji MHP ( D24 = 15382,48 N < 6D4 = 15663,2 N). Begitu juga halnya dengan pengujian laboratorium namun efek 3-arah tekuk yang ditimbulkan oleh pipa galvanis menunjukkan perilaku yang unik terutama pada kekakuan dan orientasi tekuk yang terjadi. Penelitian ini juga membuktikan bahwa tegangan dan kosentrasi tegangan yang terjadi pada saat tekuk belum mencapai tegangan leleh. Kata kunci: Tekuk Euler, Korosi pitting , modulus elastisitas

About this research paper

What this paper is about

Korosi adalah fenomena alam yang tidak dapat dihindari. Hampir seluruh logam yang mengandung unsur paduan Ferrit akan mengalami peristiwa oksidasi sebagai penyebab korosi. Banyak konstruksi sipil yang berada di lingkungan agresif dan merupakan konstruksi-konstruksi vital yang melayani kebutuhan masyarakat banyak, semisal pelabuhan, off shore structure, crane dan lain sebagainya kurang memperhatikan dampak korosi yang terjadi pada konstruksi tersebut. Hal ini disebabkan salah satunya oleh formulasi analitik satu dimensi untuk menentukan beban kritis (Pcr) tidak dapat memberikan model yang optimal terhadap batang aksial tekan dengan penampang yang tidak solid ( hollow section ) seperti halnya dengan tube atau pipe dari sebuah struktur aksial tekan dengan adanya pengaruh cacat berupa lubang yang dimungkinkan akibat reaksi korosi dalam bentuk pitting . Penelitian ini mengembangkan model laboratorium yang mengunakan prototype pipa galvanis sebanyak 16 sampel yang terdiri dari 3 sampel untuk uji pendahuluan dan sampel lainnya dengan lubang pada tengah tinggi kolom dengan rincian 3 sampel untuk lubang tunggal, selanjutnya disebut sebagai Single Hole Pitting (SHP) dan lainnya untuk sampel dengan jumlah lubang lebih dari satu yang terdiri dari sembilan sampel, selanjutnya disebut sebagai Multi Hole Pitting (MHP). Sampel MHP dan SHP memiliki korelasi sedemikian rupa terhadap parameter geometrik yang telah ditentukan sebelumnya. Model eksperimen dalam penelitian ini memberikan nilai cukup baik dan lebih mendekati nilai beban kritis berdasarkan hasil analitik metode Euler. Meskipun demikian nilai tersebut sangat tergantung pada besaran nilai modulus elastisitas (E) yang berikan pada formulasi Euler tersebut. Hasil penelitian menunjukkan Pcr benda uji SHP lebih rendah daripada benda uji MHP ( D24 = 15382,48 N < 6D4 = 15663,2 N). Begitu juga halnya dengan pengujian laboratorium namun efek 3-arah tekuk yang ditimbulkan oleh pipa galvanis menunjukkan perilaku yang unik terutama pada kekakuan dan orientasi tekuk yang terjadi. Penelitian ini juga membuktikan bahwa tegangan dan kosentrasi tegangan yang terjadi pada saat tekuk belum mencapai tegangan leleh. Kata kunci: Tekuk Euler, Korosi pitting , modulus elastisitas

Why it matters

A significance statement is not available in the OpenAlex record.

Key contribution

A contribution statement is not available in the OpenAlex record.

Method / approach

Method details are not available in the OpenAlex metadata.

Main findings

Findings are not separately available in the OpenAlex metadata.

Limitations

Limitations are not available in the OpenAlex metadata.

Applications

Application details are not available in the OpenAlex metadata.

Available abstract

Korosi adalah fenomena alam yang tidak dapat dihindari. Hampir seluruh logam yang mengandung unsur paduan Ferrit akan mengalami peristiwa oksidasi sebagai penyebab korosi. Banyak konstruksi sipil yang berada di lingkungan agresif dan merupakan konstruksi-konstruksi vital yang melayani kebutuhan masyarakat banyak, semisal pelabuhan, off shore structure, crane dan lain sebagainya kurang memperhatikan dampak korosi yang terjadi pada konstruksi tersebut. Hal ini disebabkan salah satunya oleh formulasi analitik satu dimensi untuk menentukan beban kritis (Pcr) tidak dapat memberikan model yang optimal terhadap batang aksial tekan dengan penampang yang tidak solid ( hollow section ) seperti halnya dengan tube atau pipe dari sebuah struktur aksial tekan dengan adanya pengaruh cacat berupa lubang yang dimungkinkan akibat reaksi korosi dalam bentuk pitting . Penelitian ini mengembangkan model laboratorium yang mengunakan prototype pipa galvanis sebanyak 16 sampel yang terdiri dari 3 sampel untuk uji pendahuluan dan sampel lainnya dengan lubang pada tengah tinggi kolom dengan rincian 3 sampel untuk lubang tunggal, selanjutnya disebut sebagai Single Hole Pitting (SHP) dan lainnya untuk sampel dengan jumlah lubang lebih dari satu yang terdiri dari sembilan sampel, selanjutnya disebut sebagai Multi Hole Pitting (MHP). Sampel MHP dan SHP memiliki korelasi sedemikian rupa terhadap parameter geometrik yang telah ditentukan sebelumnya. Model eksperimen dalam penelitian ini memberikan nilai cukup baik dan lebih mendekati nilai beban kritis berdasarkan hasil analitik metode Euler. Meskipun demikian nilai tersebut sangat tergantung pada besaran nilai modulus elastisitas (E) yang berikan pada formulasi Euler tersebut. Hasil penelitian menunjukkan Pcr benda uji SHP lebih rendah daripada benda uji MHP ( D24 = 15382,48 N < 6D4 = 15663,2 N). Begitu juga halnya dengan pengujian laboratorium namun efek 3-arah tekuk yang ditimbulkan oleh pipa galvanis menunjukkan perilaku yang unik terutama pada kekakuan dan orientasi tekuk yang terjadi. Penelitian ini juga membuktikan bahwa tegangan dan kosentrasi tegangan yang terjadi pada saat tekuk belum mencapai tegangan leleh. Kata kunci: Tekuk Euler, Korosi pitting , modulus elastisitas

Key concepts: Physics, Pitting corrosion, Metallurgy, Corrosion, Materials science

Related papers

Back to paper searchBrowse research topicsOriginal source
EULER BUCKLING FAILURE MODEL AT GALVANIZED PIPE INFLUENCED BY HOLE DETERIORATION AS PITTING CORROSION MODELLED EXPERIMENTAL APPROACHMENT — Research Paper | ScholarLens